Lomba Baca Puisi Se-Jawa Barat 2014
DOMINASI
WAJAH BARU
Oleh : Irvan Mulyadie
Sebagai
sebuah kota yang terus berbenah diri untuk mencapai ‘wajah kekotaannya’ Tasikmalaya, seringkali terjebak dalam ritual
pembangunan secara fisik. Pusat-pusat perbelanjaan, perhotelan, bangunan
industri dan jalan-jalan yang lebar serta licin. Namun terasa abai terhadap
pembangunan psikis/mental yang justeru lebih diperlukan pada masa-masa ‘darurat
politik’ seperti sekarang ini. Bagaimana misalnya penyediaan ruang-ruang publik
sebagai wahana berekspresi penduduknya sendiri. Terutama dalam hal seni dan budaya,
khususnya sastra.
Maka berangkat dari kesadaran akan
minimnya ruang ekspresi budaya itulah, Sanggar Sastra Tasik (SST) kembali
menyelenggarakan Lomba Baca Puisi (LBP) Se-Jawa Barat pada 29-30 Desember 2014
di Eks. Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Acara yang diawali sehari sebelumnya
dengan Karnaval Budaya ini mendapatkan sambutan yang luar biasa. Baik dari
jajaran birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya, Polresta Tasikmalaya, pengusaha
swasta media massa, maupun komunitas-komunitas seni dan masyarakat luas
lainnya.
Hal ini tentu saja dapat menunjukan
adanya sinergi yang baik di antara kaum seniman dengan unsur-unsur lainnya yang
selama ini (diakui atau tidak) terjadi kebuntuan komunikasi.
KARNAVAL BUDAYA
Hari Jumat, sekira pukul 13.00 WIB -
selesai, sebagai upaya sosialisasi kegiatan Lomba Baca Puisi Se-Jawa Barat
2014, SST menyelenggarakan pula Karnaval Budaya. Acara dengan bentuk parade
kostum bernuansa batik ini diikuti oleh berbagai laipsan masyarakat. Mulai dari
anak-anak sekolah, santri-santri madrasah, mahasiswa, komunitas-komunitas
kreatif, kelompok seni budaya, bahkan diikuti pula oleh puluhan Korps
Bahayangkara.
Tak hanya dari Kabupaten dan Kota
Tasikmalaya, peserta Karnaval Budaya ini diikuti pula oleh utusan dari berbagai
daerah lainnya di Jawa Barat. Tercatat ada 12 kota dan kabupaten seperti
Ciamis, Sumedang, Bandung, Purwakarta, Garut, Cianjur, Banjar, Sukabumi,
Cirebon dan yang lainnya. Peserta tersebut sekaligus juga diikuti oleh peserta
LBP 2014.
Karnaval Budaya diawali dengan Orasi
Kebudayaan yang disampaikan oleh Budayawan Acep Zamzam Noor yang sekaligus
merespon sambutan dari Kapolresta Tasikmalaya, AKBP
Noffan Widyayoko atas terselenggaranya acara Karnaval Budaya dan LBP 2014. Jika
Noffan menyoroti ada banyaknya kekerasan yang banyak mengatasnamakan unsur SARA
yang mesti diselesaikan oleh bangsa Indonesia, maka Acep memberikan solusi
pendekatan kebudayaan untuk mengatasinya. Salah satunya dengan puisi.
Ada
lebih dari 5000 orang yang mengikuti karnaval ini. Berbagai tampilan
didemonstrasikan di sepanjang perjalanan. Mulai dari performance art,
pertunjukan barongsai dan liong, parade drumband, hingga pesta kostum bernuansa
artistik. Adapun rute yang dijelajahi meliputi Eks.Gedung DPRD (start) - Jl. KH.
Zenal Mustofa - Jl.Tentara Pelajar - Jl.RA.Wiratanuningrat-Jl.Dewi Sartika- Jl.Tarumanagara
– Jl.Otto Iskandardinata - Jl.KH Zenal Mustofa - Eks.Gedung DPRD (finish).
LOMBA
BACA PUISI Secara materi,
puisi-puisi yang disajikan dalam antologi lomba baca puisi kali ini cukup unik.
Yakni puisi-puisi yang ditulis oleh penyair yang berasal dari Tasikmalaya
sendiri. Yakni karya Nazaruddin Azhar-Ziarah Hujan, Irvan Mulyadie-Tasikmalaya
I, Amang
S Hidayat-Lukisan Waktu, Saeful
Badar-Di Dengus-Dengus Malam, Acep Zamzam Noor-Jalan
Menuju Rumahmu, Nina Minareli-Di
Kedalaman Dadamu, Yusran Arifin-Syair Batu
Akik, Ratna Ayu Budhiarti-Di Bawah Matahari, Jun
Nizami-Di Samarang, Zulkifli
Songyanan-Di Kampung Naga, Eriyandi
Budiman-Lahir Kembali, Ahmad
Faisal Imron-Kota Terakhir, Soni
Farid Maulana-Goresan Angin, Kidung
Purnama- Pamijahan, Bode
Riswandi- Irham, Sarabunis
Mubarok-Asmarandana, Mira
Lismawati-Sepenggal Episode Dari Negeri Angan, Romli Burhani-Pangandaran, Yadi Riyadi-Kota Sunyi Selepas Purnama.
Terdapat banyak kejutan yang terjadi pada Lomba Baca Puisi Se-Jawa Barat 2014. Terutama di wilayah perkembangan kualitas dan kuantitas pesertanya. Secara kuantitas, ada lonjakan lumayan apabila dibandingkan dengan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Di tahun 2013, peserta hanya mencapai 130 peserta, sementara pada 2014 kali ini peserta yang terdaftar hingga 163 orang.
Meskipun terjadi peningkatan dari segi jumlah peserta, tapi agaknya secara kualitas pembacaan puisi peserta ini mengalami kemunduran signifikan. Hal ini ditengarai dari banyaknya wajah lama (pernah juara) yang berguguran dan tidak lolos ke babak final. Otomatis, final lomba baca puisi ini didominasi oleh wajah-wajah baru yang masih segar. Bahkan, pada saat diumumkan kejuaraannya, nyaris semua yang menjadi juara dalam LBP SST 2014 adalah pendatang baru.
Adalah kelemahan mendasar dari para peserta lomba, yakni dengan tidak melakukan persiapan untuk maju ke babak berikutnya. Sepanjang pengamatan saya, dari 20 peserta yang lolos ke babak final, hanya sekira 30 persen saja yang benar-benar siap untuk tampil. Selebihnya turun drastis secara kualitas. Grogi dan tampak tidak memahami puisi yang hendak dibacakannya.
Bahkan menurut dewan juri yang diketuai oleh Beni Setia (dari Caruban, Jawa Timur) dan beranggotakan Arief Joko Wicaksono (Jakarta) dan Sosiawan Leak (Solo), ada banyak peserta yang memang benar-benar tidak terlihat menggali lebih dalam makna yang terkandung dalam puisi tersebut. Ada pula yang faham, namun secara teknis banyak kesalahan yang dilakukan, semisal hilang satu baris atau kalimat.
KEJUARAAN
Adapun hasil Lomba Baca
Puisi dan Karnaval Budaya Se Jawa Barat 2014 yang dilaksanakan dari tanggal
27-30
November 2014 oleh Sanggar Sastra Tasik (SST) adalah :
Juara 1 diraih oleh peserta No. 116 dari Cirebon atas nama Edeng Syamsul Maarif jumlah nilai 3050, Juara 2 No. 12 atas nama Neiydia zulfa dari Cianjur jumlah nilai 2300, Juara 3 No. 98 dari Ciamis atas nama Willy Fahmi Agiska jumlah nilai 2150.
Juara Harapan 1 No. 129 atas nama Dea Yuliandini dari Tasikmalaya jumlah nilai 1600, Harapan 2 No 50 dari Tasikmalaya atas nama Fahmi Kowamudin jumlah nilai 1300, Harapan 3 No 27 dari Tasikmalaya atas nama Dini Anjani Nurlatifah jumlah nilai 950, dan Peserta favorit diraih oleh peserta dengan No. 147 dari Cianjur atas nama Alfian Jaelani.
Juara 1 diraih oleh peserta No. 116 dari Cirebon atas nama Edeng Syamsul Maarif jumlah nilai 3050, Juara 2 No. 12 atas nama Neiydia zulfa dari Cianjur jumlah nilai 2300, Juara 3 No. 98 dari Ciamis atas nama Willy Fahmi Agiska jumlah nilai 2150.
Juara Harapan 1 No. 129 atas nama Dea Yuliandini dari Tasikmalaya jumlah nilai 1600, Harapan 2 No 50 dari Tasikmalaya atas nama Fahmi Kowamudin jumlah nilai 1300, Harapan 3 No 27 dari Tasikmalaya atas nama Dini Anjani Nurlatifah jumlah nilai 950, dan Peserta favorit diraih oleh peserta dengan No. 147 dari Cianjur atas nama Alfian Jaelani.
Sementara pada kegiatan Karnaval Budaya Juara 1 diraih oleh peserta No. 2 dari Tasikmalaya atas
nama Polres Tasikmalaya, Juara 2 No. 11 dari Unsil atas nama Teater 28 , Juara 3 No. 8 dari Peundeuy atas nama YPI Al Huda, Harapan 1 No. 16 dari Sukaratu atas
nama SMA IT RIS , Harapan 2 Dari Cipasung atas nama Sanggar Kobong Cipasung, Harapan 3 Dari Batu
Beureum atas nama YAB , Peserta Favorit dari Cipasung atas nama Sanggar Gama, Peserta Terunik Damas (Daya Mahasiswa Sunda)
Tasikmalaya.***
Tulisan ini dimuat pertamakali di lembar Budaya, Harian Kabar
Priangan; 3 Desember 2014.